{"id":12824,"date":"2023-12-18T02:59:11","date_gmt":"2023-12-18T02:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/test-landing.trawlbens.id\/blog\/?p=12824"},"modified":"2024-03-21T15:53:48","modified_gmt":"2024-03-21T08:53:48","slug":"contoh-surat-pengiriman-barang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/","title":{"rendered":"6 Elemen dan Contoh Surat Pengiriman Barang, Lengkap!"},"content":{"rendered":"<p>Bagi pelaku bisnis sekaligus pengelola usaha penjualan produk, tentunya sudah akrab terkait surat pengiriman barang. Terutama bagi mereka yang <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/cara-riset-produk-terlaris-di-marketplace\/\">berjualan di platform marketplace<\/a>, pengiriman ke berbagai lokasi menjadi rutinitas umum. Namun, apakah Anda penasaran bagaimana contoh surat pengiriman barang?<\/p>\n<p>Fungsi utama dari surat pemberitahuan pengiriman yaitu memberikan informasi bahwa pesanan telah dikirim serta sedang dalam proses pengantaran. Bagi para pengusaha baru dalam bidang logistik, memahami pentingnya dokumen surat pengiriman barang sangatlah penting.<\/p>\n<p>Surat ini dapat dijelaskan sebagai surat yang disertakan bersamaan proses distribusi, baik itu dikirim kepada perorangan, toko, maupun perusahaan. Secara singkat, dokumen ini dibuat dengan tujuan agar pihak penerima dapat bersiap-siap menerima barang sesuai daftar terlampir.<\/p>\n<p>Jika Anda masih penasaran mengenai surat keperluan dalam hal ekspedisi beserta contoh surat pengiriman barang, berikut akan kami paparkan secara lengkap mengenai contoh formatnya melalui artikel ini.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Apa_yang_Dimaksud_Dengan_Surat_Pengiriman_Barang\" >Apa yang Dimaksud Dengan Surat Pengiriman Barang?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Fungsi_Surat_Pengiriman_Barang\" >Fungsi Surat Pengiriman Barang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#1_Melampirkan_Informasi_Mengenai_Barang_Kiriman\" >1. Melampirkan Informasi Mengenai Barang Kiriman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#2_Sebagai_Bukti_Pengiriman_Resmi\" >2. Sebagai Bukti Pengiriman Resmi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#3_Tanda_Terima_Jika_Barang_Telah_Sampai_di_Tangan_Pembeli\" >3. Tanda Terima Jika Barang Telah Sampai di Tangan Pembeli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#4_Sebagai_Bukti_Asuransi_Jika_Terjadi_Risiko_Selama_Pengiriman\" >4. Sebagai Bukti Asuransi Jika Terjadi Risiko Selama Pengiriman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#5_Sebagai_Surat_untuk_Melacak_Barang\" >5. Sebagai Surat untuk Melacak Barang<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Elemen_Surat_Pengiriman_Barang\" >Elemen Surat Pengiriman Barang<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#1_Heading_Surat\" >1. Heading Surat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#2_Kode_Surat\" >2. Kode Surat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#3_Informasi_Penerima\" >3. Informasi Penerima<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#4_Rincian_Pengiriman\" >4. Rincian Pengiriman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#5_Daftar_Barang\" >5. Daftar Barang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#6_Kolom_Verifikasi\" >6. Kolom Verifikasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Contoh_Format_Surat_Pengiriman_Barang\" >Contoh Format Surat Pengiriman Barang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Siapa_yang_Membuat_Surat_Pengiriman_Barang\" >Siapa yang Membuat Surat Pengiriman Barang?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-surat-pengiriman-barang\/#Mengapa_Harus_Dibuat_Surat_Pengiriman_Barang\" >Mengapa Harus Dibuat Surat Pengiriman Barang?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Dimaksud_Dengan_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span><b>Apa yang Dimaksud Dengan Surat Pengiriman Barang?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_13338\" style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13338\" class=\"wp-image-13338 size-full\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Apa-itu-Surat-Pengiriman-Barang.jpg\" alt=\"Apa itu Surat Pengiriman Barang\" width=\"1060\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Apa-itu-Surat-Pengiriman-Barang.jpg 1060w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Apa-itu-Surat-Pengiriman-Barang-400x267.jpg 400w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Apa-itu-Surat-Pengiriman-Barang-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1060px) 100vw, 1060px\" \/><p id=\"caption-attachment-13338\" class=\"wp-caption-text\">Apa itu Surat Pengiriman Barang (Sumber: freepik.com)<\/p><\/div>\n<p>Sebelum mengetahui contohnya, pahami terlebih dahulu mengenai pengertiannya. Surat pengiriman barang adalah dokumen berisikan daftar barang yang didistribusikan oleh tim ekspedisi, baik dari perusahaan kepada pelanggan maupun dari vendor kepada perusahaan pembeli.<\/p>\n<p>Pihak penerima umumnya adalah distributor tingkat pertama. Fungsinya adalah menjadi bukti bahwa kiriman sesuai dengan apa yang akan diterima.<\/p>\n<p>Umumnya, tim ekspedisi mengeluarkan dokumen serta mengirimkannya kepada penerima barang. Namun, jika sebuah perusahaan memiliki tim ekspedisi internal atau tidak <a href=\"https:\/\/troben.id\/layanan\/jasa-pengiriman-barang\">menggunakan jasa ekspedisi<\/a> dari perusahaan pengiriman kargo, maka perusahaan penjual harus mengeluarkan tanda pengantaran parsel.<\/p>\n<p>Seringkali, <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/tugas-operator-warehouse\/\">tim operator warehouse<\/a> memiliki peran sentral dalam mengelola administrasi terkait dokumen tanda jalan barang. Meskipun pada pandangan awal surat tersebut tampak memiliki fungsi serupa dengan delivery order atau surat jalan, sebenarnya fungsinya berbeda. Delivery order berperan sebagai bukti transaksi sah juga menjadi dasar pembuatan surat jalan.<\/p>\n<p>Tanda jalan sendiri berfungsi layaknya dokumen resmi yang diperlihatkan kepada pihak berwenang saat pemeriksaan muatan. Sementara itu, surat lebih berfokus pada memberitahu pembeli bahwa barang telah dikirim pada waktu kesepakatan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/outbound-logistik\/\"><span class=\"rank-math-column-display\">Outbound Logistik: Pengertian, Aktivitas dan Cara Optimasinya<\/span><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span><b>Fungsi Surat Pengiriman Barang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_13394\" style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13394\" class=\"wp-image-13394 size-full\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fungsi-surat-pengiriman-barang.jpg\" alt=\"fungsi surat pengiriman barang\" width=\"1060\" height=\"706\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fungsi-surat-pengiriman-barang.jpg 1060w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fungsi-surat-pengiriman-barang-400x266.jpg 400w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fungsi-surat-pengiriman-barang-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1060px) 100vw, 1060px\" \/><p id=\"caption-attachment-13394\" class=\"wp-caption-text\">fungsi surat pengiriman barang<\/p><\/div>\n<p>Sebelum melihat contoh jenis surat ini, Anda juga perlu mengetahui fungsinya. Melalui adanya dokumen surat pengiriman, tentunya sangat membantu dalam pemrosesan distribusi barang secara resmi beserta legal. Lantas, apa saja fungsi surat ini? Simak penjelasan berikut!<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Melampirkan_Informasi_Mengenai_Barang_Kiriman\"><\/span><b>1. Melampirkan Informasi Mengenai Barang Kiriman<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hadirnya surat jalan barang menjadi salah satu bentuk fisik yang bersifat memberitahu pembeli terkait informasi barang terkait. Hal tersebut mencakup nama pengirim, alamat, nomor telepon, jenis, jumlah, serta kondisi barang.<\/p>\n<p>Maka dari itu, pembeli dapat menyesuaikan informasi mengenai barang pembelian dengan pesanan yang mereka terima. Selain itu, surat jalan barang dapat menjadi surat klaim jika sekiranya terjadi ketidaksesuaian atau terdapat kerusakan bahkan kehilangan pada paket kiriman.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sebagai_Bukti_Pengiriman_Resmi\"><\/span><b>2. Sebagai Bukti Pengiriman Resmi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tidak hanya sekadar memberitahu pembeli mengenai aspek-aspek terkait informasi barang, ternyata surat pengiriman dapat menjadi dokumen resmi pembelian yang dilakukan oleh pembeli. Jadi, tidak hanya cukup menyertakan <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/contoh-kwitansi-pembayaran\/\">kwitansi atau nota pembayaran<\/a> terhadap kiriman tersebut saja.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tanda_Terima_Jika_Barang_Telah_Sampai_di_Tangan_Pembeli\"><\/span><b>3. Tanda Terima Jika Barang Telah Sampai di Tangan Pembeli<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Apabila paket telah sampai atau diterima oleh pembeli, maka surat pengantaran berfungsi menjadi tanda terima sekaligus wajib ditandatangani oleh pembeli beserta data-data lainnya. Maka, kesepakatan antara penjual bersama pembeli telah resmi selesai dan paket dapat diterima dengan kesesuaian antara kondisi fisiknya beserta informasi tertera.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Sebagai_Bukti_Asuransi_Jika_Terjadi_Risiko_Selama_Pengiriman\"><\/span><b>4. Sebagai Bukti Asuransi Jika Terjadi Risiko Selama Pengiriman<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perlu kita ketahui bersama bahwa informasi tertera di tanda jalan barang dapat digunakan bertujuan memudahkan proses klaim asuransi jika terjadi kerusakan atau kehilangan kiriman selama distribusi.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, dalam proses klaim asuransi, perusahaan asuransi mungkin meminta salinan dokumen jalan barang sebagai bukti bahwa paket tersebut telah diserahkan kepada pihak ekspedisi\/kargo dalam kondisi tertentu. Maka, fungsi tanda ini juga dapat menjadi dokumen dukungan untuk mengklaim asuransi, meskipun tidak secara langsung berfungsi menjadi bukti asuransi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Sebagai_Surat_untuk_Melacak_Barang\"><\/span><b>5. Sebagai Surat untuk Melacak Barang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Jika terdapat surat pengiriman, penjual maupun pembeli dapat memantau atau melacak kiriman, sehingga transparansi dalam ekspedisi menjadi lebih terjamin.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Elemen_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span><b>Elemen Surat Pengiriman Barang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_13985\" style=\"width: 1010px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13985\" class=\"wp-image-13985 size-full\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elemen-dan-contoh-surat-pengiriman-barang.webp\" alt=\"elemen dan contoh surat pengiriman barang\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elemen-dan-contoh-surat-pengiriman-barang.webp 1000w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elemen-dan-contoh-surat-pengiriman-barang-400x267.webp 400w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/elemen-dan-contoh-surat-pengiriman-barang-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><p id=\"caption-attachment-13985\" class=\"wp-caption-text\">elemen dan contoh surat pengiriman barang<\/p><\/div>\n<p>Sebelum mengetahui contoh surat pengantaran barang lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu mengenai elemen-elemennnya. Mungkin Anda masih bingung dengan apa saja yang harus kita cantumkan pada surat dalam melakukan distribusi paket. Berikut kami paparkan buat Anda:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Heading_Surat\"><\/span><b>1. Heading Surat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagian awal dari surat pengiriman adalah heading atau kop surat. Selain mencantumkan nama perusahaan, Sertakan juga informasi esensial lain <a href=\"https:\/\/www.academia.edu\/38122847\/Nama_dan_alamat_Perusahaan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">meliputi alamat perusahaan<\/a> dan nomor telepon aktif. Informasi tersebut tidak hanya berguna bagi tim ekspedisi dalam menemukan alamat tujuan, tetapi juga memudahkan pembeli dalam melakukan retur kiriman.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kode_Surat\"><\/span><b>2. Kode Surat<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Langsung di bawah heading, terdapat nomor atau kode surat berfungsi untuk pengarsipan internal perusahaan. Kode unik membantu membedakan jenis surat untuk pembeli berbeda, menghindari kekeliruan. Penulisan kode tersebut kemudian disertai tanggal pembuatan surat sesuai dengan tanggal pengiriman.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Informasi_Penerima\"><\/span><b>3. Informasi Penerima<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Informasi tentang alamat penerima melibatkan detail sebagai contoh seperti nama penerima, nama instansi, atau perusahaan pembeli.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Rincian_Pengiriman\"><\/span><b>4. Rincian Pengiriman<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam bagian rincian ekspedisi, pembuat surat perlu menjelaskan dokumen dasar dari surat tersebut. Di samping itu, metode pengemasan maupun distribusi juga perlu diuraikan.<\/p>\n<p>Hal tersebut bertujuan demi menghindari kebingungan di pihak penerima dan memastikan kesesuaian bersama tim ekspedisi bersangkutan. Pastikan juga mencantumkan dokumen lampiran, misalnya contoh faktur pembayaran jika ada.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Daftar_Barang\"><\/span><b>5. Daftar Barang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Komponen utama selanjutnya adalah daftar antaran yang dilengkapi dengan jumlah kiriman. Umumnya, <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/admin-warehouse-adalah\/\">tim admin gudang<\/a> akan melakukan pengecekan agar kecocokan antara daftar bersamaan paket diterima dapat dipastikan. Proses ini tidak hanya berdasarkan pada dokumen purchase order atau delivery order, mengingat kemungkinan adanya perbedaan antara pesanan dan ketersediaan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kolom_Verifikasi\"><\/span><b>6. Kolom Verifikasi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bagian akhir umumnya berisi kolom verifikasi, sering kali hanya melibatkan satu kolom yang menandai pihak yang mengeluarkan surat. Namun, dalam beberapa kasus, surat juga mencantumkan tanda persetujuan dari tim gudang (supervisor) sebagai bukti pengecekan jumlah kiriman.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Format_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span><b>Contoh Format Surat Pengiriman Barang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_13340\" style=\"width: 628px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-13340\" class=\"wp-image-13340 size-large\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang-618x800.png\" alt=\"contoh surat pengiriman barang\" width=\"618\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang-618x800.png 618w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang-232x300.png 232w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang-768x994.png 768w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang-1187x1536.png 1187w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/contoh-surat-pengiriman-barang.png 1200w\" sizes=\"(max-width: 618px) 100vw, 618px\" \/><p id=\"caption-attachment-13340\" class=\"wp-caption-text\"><em>contoh surat pengiriman barang<\/em><\/p><\/div>\n<p>Setelah Anda\u00a0 memahami arti dari surat pemberitahuan pengiriman barang. Banyak orang mungkin dapat membuatnya, tetapi beberapa dari mereka kurang memperhatikan format tepatnya. Berikut adalah contoh format surat pemberitahuan pengiriman yang perlu Anda ketahui.<\/p>\n<blockquote><p>[Nama Perusahaan Pengirim]<\/p>\n<p>[Alamat Perusahaan Pengirim]<\/p>\n<p>[Nomor Telepon Perusahaan Pengirim]<\/p>\n<p>[Tanggal]<\/p>\n<p>[Alamat Penerima]<\/p>\n<p>[Nama Penerima]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perihal: Pemberitahuan Pengiriman Barang<\/p>\n<p>Kepada Yth.,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[Nama Penerima],<\/p><\/blockquote>\n<p>Kami memberitahukan bahwa pengiriman Anda telah dikirimkan pada tanggal [tanggal pengiriman]. Berikut adalah detail pengiriman:<\/p>\n<blockquote><p>Nomor Resi: [nomor resi]<\/p>\n<p>Metode Pengiriman: [metode pengiriman]<\/p>\n<p>Kami berharap barang tersebut dapat tiba secara aman sekaligus tepat waktu. Kami telah bekerja sama bersama layanan pengiriman terpercaya untuk menjamin pengiriman efisien serta terjamin.<\/p>\n<p>Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Anda kepada perusahaan kami, kami berharap Anda akan puas terhadap pelayanan kami. Kami akan terus berusaha memberikan pengalaman pengiriman yang memuaskan bagi pelanggan kami.<\/p>\n<p>Hormat kami,<\/p>\n<p>TTD<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[Nama Perusahaan Pengirim]<\/p><\/blockquote>\n<p>Itulah beberapa pengertian, contoh, beserta format dari surat pengiriman barang. Secara umum surat tersebut memiliki beberapa fungsi signifikan dalam dunia bisnis maupun proses ekspedisi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_yang_Membuat_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span><span class=\"JCzEY ZwRhJd\"><span class=\"CSkcDe\">Siapa yang Membuat Surat Pengiriman Barang?<\/span><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_16289\" style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-16289\" class=\"wp-image-16289 size-full\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Siapa-yang-Membuat-Surat-Pengiriman-Barang.jpg\" alt=\"Siapa yang Membuat Surat Pengiriman Barang?\" width=\"1060\" height=\"706\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Siapa-yang-Membuat-Surat-Pengiriman-Barang.jpg 1060w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Siapa-yang-Membuat-Surat-Pengiriman-Barang-400x266.jpg 400w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Siapa-yang-Membuat-Surat-Pengiriman-Barang-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1060px) 100vw, 1060px\" \/><p id=\"caption-attachment-16289\" class=\"wp-caption-text\">Siapa yang Membuat Surat Pengiriman Barang?<\/p><\/div>\n<div class=\"flex flex-grow flex-col max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"9da277d8-bf2f-4518-9198-bc229004857e\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p>Tanda kirim barang biasanya dibuat oleh pihak pengirim atau ekspedisi yang bertanggung jawab atas proses pengangkutan muatan paket. Pihak yang membuat surat biasanya adalah perusahaan ekspedisi, kurir, atau pihak yang secara logistik terlibat dalam ekspedisi parsel dari satu tempat ke tempat lain.<\/p>\n<p>Dalam surat pengiriman, umumnya mencantumkan informasi mengenai muatan yang dikirim, alamat pengirim, alamat penerima, serta tanggal dan waktu kirim. Dokumen ini juga dapat mencakup <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/apa-itu-nomor-resi\/\">nomor resi<\/a> atau nomor tracking untuk memudahkan pelacakan paket selama perjalanan.<\/p>\n<p>Penting untuk dicatat bahwa dalam beberapa kasus, dokumen ekspedisi barang dapat dibuat oleh pihak pengirim (penjual) sebagai bukti tanda kirim kepada pihak pembeli. Pada umumnya, ekspedisi atau kurir juga menyertakan bukti pengantaran atau resi yang dapat digunakan sebagai referensi pelacakan.<\/p>\n<p>Dalam konteks bisnis dan perdagangan, pembuatan surat tanda kirim barang ini membantu memastikan bahwa barang yang dikirim telah diterima oleh pihak yang berhak, dan dapat menjadi bukti dalam hal terjadinya klaim atau permasalahan lainnya terkait dengan pengantaran barang.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/cara-menulis-alamat-paket-yang-benar-dan-tepat\/\"><span class=\"rank-math-column-display\">Cara Menulis Alamat Paket Pengiriman Barang yang Benar<\/span><\/a><\/p>\n<div class=\"flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end\">\n<div>\n<div class=\"pt-0.5\">\n<div class=\"gizmo-shadow-stroke flex h-6 w-6 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full\">\n<h2 class=\"relative flex\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Harus_Dibuat_Surat_Pengiriman_Barang\"><\/span>Mengapa Harus Dibuat Surat Pengiriman Barang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div id=\"attachment_16292\" style=\"width: 1310px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-16292\" class=\"wp-image-16292 size-large\" src=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mengapa-Harus-Dibuat-Surat-Pengiriman-Barang-1300x781.webp\" alt=\"Mengapa Harus Dibuat Surat Pengiriman Barang\" width=\"1300\" height=\"781\" srcset=\"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mengapa-Harus-Dibuat-Surat-Pengiriman-Barang-1300x781.webp 1300w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mengapa-Harus-Dibuat-Surat-Pengiriman-Barang-400x240.webp 400w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mengapa-Harus-Dibuat-Surat-Pengiriman-Barang-768x461.webp 768w, https:\/\/troben.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Mengapa-Harus-Dibuat-Surat-Pengiriman-Barang.webp 1380w\" sizes=\"(max-width: 1300px) 100vw, 1300px\" \/><p id=\"caption-attachment-16292\" class=\"wp-caption-text\">Mengapa Harus Dibuat Surat Pengiriman Barang<\/p><\/div>\n<div class=\"flex flex-grow flex-col max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"35de2906-81f3-4aef-a78d-18d15f161e39\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p>Pembuatan surat pengiriman barang memiliki beberapa alasan penting dalam konteks bisnis dan perdagangan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa dokumen ini diperlukan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bukti Pengiriman:<\/strong> Dokumen dalam distribusi kiriman berfungsi sebagai bukti tertulis bahwa barang telah dikirim dari satu pihak kepada pihak lain. Ini membantu mengonfirmasi bahwa proses pengiriman telah dilakukan dengan benar.<\/li>\n<li><strong>Informasi Detail:<\/strong> Dengan mencantumkan informasi detail mengenai jenis yang dikirim, termasuk jumlah, jenis barang, kondisi barang, dan informasi lain yang relevan dapat membantu mencegah ketidaksesuaian atau kesalahpahaman terkait dengan barang yang dikirim.<\/li>\n<li><strong>Pelacakan dan Monitoring:<\/strong> Nomor resi atau nomor pelacakan yang sering disertakan dalam dokumen memungkinkan pihak pengirim dan penerima untuk memantau status dan lokasi barang selama proses pengiriman. Ini membantu mengidentifikasi potensi masalah atau keterlambatan.<\/li>\n<li><strong>Pemenuhan Kontrak atau Pesanan:<\/strong> Dalam konteks bisnis, surat pengiriman dapat digunakan sebagai bukti bahwa pihak pengirim telah memenuhi kewajiban sesuai dengan kontrak atau pesanan yang telah disepakati.<\/li>\n<li><strong>Kepentingan Hukum:<\/strong> Surat kirim dapat menjadi dokumen penting dalam kasus perselisihan atau klaim. Jika ada kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman, surat pengiriman dapat digunakan sebagai bukti untuk klaim asuransi atau penyelesaian perselisihan.<\/li>\n<li><strong>Pengaturan Administrasi:<\/strong> Dalam kegiatan bisnis dan perdagangan, tanda jalan barang membantu dalam pengaturan administrasi dan pencatatan. Ini memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Oleh karena itu, pembuatan dokumen ini merupakan praktik yang umum dan bermanfaat untuk semua pihak yang terlibat dalam prosesnya. Dokumen ini memberikan dasar yang kuat untuk menjaga integritas dan transparansi dalam setiap transaksi pengantaran paket.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"mt-1 flex justify-start gap-3 empty:hidden\">\n<div class=\"text-gray-400 flex self-end lg:self-center justify-center lg:justify-start mt-0 -ml-1 visible\"><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/formulir-pengiriman-barang\/\"><span class=\"rank-math-column-display\">Formulir Pengiriman Barang: Arti, Manfaat &amp; Cara Mengisinya<\/span><\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Salah satu fungsi kunci dari surat pengiriman adalah memberikan pemberitahuan kepada pihak penerima mengenai pesanan. Informasi <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/apa-itu-nomor-resi\/\">melibatkan nomor resi<\/a>, tanggal pengiriman, serta metode pengiriman menjadi bagian dari pemberitahuan ini.<\/p>\n<p>Selain itu, surat tanda kirim berperan menjadi bukti tertulis yang menegaskan bahwa pengirim telah mengirimkan paket kepada penerima. Dokumen surat ini memiliki kegunaan sebagai rujukan apabila terjadi ketidaksesuaian atau masalah selama proses <a href=\"https:\/\/troben.id\/layanan\/jasa-pengiriman-barang\">pengiriman barang<\/a>.<\/p>\n<p>Penerima juga dapat memanfaatkan surat untuk melakukan verifikasi terhadap jumlah dan kondisi paket diterima, mendukung upaya untuk memastikan bahwa barang sesuai ekspektasi dan membantu penyelesaian sengketa jika ada perbedaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pelaku bisnis sekaligus pengelola usaha penjualan produk, tentunya sudah akrab terkait surat pengiriman barang. Terutama bagi mereka yang berjualan<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":18431,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[183],"tags":[],"class_list":["post-12824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seputar-logistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12824"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12824\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}