{"id":19874,"date":"2024-06-20T17:00:40","date_gmt":"2024-06-20T10:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/troben.id\/blog\/?p=19874"},"modified":"2024-12-28T10:36:48","modified_gmt":"2024-12-28T03:36:48","slug":"pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/","title":{"rendered":"Inbound Logistic Adalah: Pengertian, Proses, dan Cara Mengoptimalkannya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam bidang <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Logistics\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">logistik<\/a>, tentu Anda tidak akan asing lagi dengan istilah inbound dan outbound logistic. Sekilas mendengar tentang inbound logistic adalah pekerjaan yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan bahan baku dari pemasok yang akan dikelola sebelum memproduksi suatu produk.<\/p>\n<p>Istilah ini wajib Anda pahami karena merupakan bagian paling penting untuk menjamin persediaan bahan baku pada produksi barang. Tentunya, proses penerapan logistik ini harus dilakukan secara bertahap dan efisien.<\/p>\n<p>Aktivitas inbound tentu sangat berbeda dengan outbound logistic meski keduanya saling berkaitan dalam pendistribusian produk bisnis. Agar lebih paham mengenai sistem inbound logistic, simak penjelasan lebih lengkapnya pada artikel berikut ini!<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#Pengertian_Inbound_Logistic_Adalah\" >Pengertian Inbound Logistic Adalah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#Proses_Inbound_Logistic\" >Proses Inbound Logistic<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#1_Manajemen_Aliran_Pasokan\" >1. Manajemen Aliran Pasokan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#2_Pengadaan_Stok\" >2. Pengadaan Stok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#3_Perencanaan_Transportasi\" >3. Perencanaan Transportasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#4_Pembongkaran_Barang\" >4. Pembongkaran Barang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#5_Pengelompokkan_Barang\" >5. Pengelompokkan Barang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#6_Pelabelan_Produk\" >6. Pelabelan Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#7_Standar_Penyimpanan_yang_Sesuai\" >7. Standar Penyimpanan yang Sesuai<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#Perbedaan_Inbound_dan_Outbound_Logistic\" >Perbedaan Inbound dan Outbound Logistic<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#1_Kondisi_Produk\" >1. Kondisi Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#2_Transaksi\" >2. Transaksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#3_Distribusi\" >3. Distribusi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#Cara_Mengoptimalkan_Inbound_Logistic\" >Cara Mengoptimalkan Inbound Logistic<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#1_Koordinasi_Tim\" >1. Koordinasi Tim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#2_Upayakan_Digitalisasi\" >2. Upayakan Digitalisasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/pengertian-dan-proses-inbound-logistic-adalah\/#3_Gunakan_WMS\" >3. Gunakan WMS<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Inbound_Logistic_Adalah\"><\/span>Pengertian Inbound Logistic Adalah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Inbound logistics adalah aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan barang dan material yang masuk ke mengalir dalam suatu perusahaan atau bisnis. Dalam inbound logistik, terdapat beberapa aktivitas meliputi pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga persediaan barang ataupun bahan baku.<\/p>\n<p>Istilah ini berkaitan terhadap kepastian bisnis untuk memiliki pasokan bahan baku yang cukup untuk memproduksi barang yang diinginkan. Maka dari itu, inbound logistics sangat berperan penting untuk memastikan kelancaran produksi agar memenuhi permintaan pasar.<\/p>\n<p>Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas inbound logistic adalah proses masuknya bahan baku ke dalam bisnis sebelum diproduksi.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Inbound_Logistic\"><\/span>Proses Inbound Logistic<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Proses inbound logistic adalah tahapan yang harus dilakukan saat bahan baku akan diolah dan diproduksi. Berikut beberapa tahapan yang mencakup inbound logistic di bawah ini!<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Manajemen_Aliran_Pasokan\"><\/span>1. Manajemen Aliran Pasokan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Aktivitas ini meliputi mengambil keputusan dan mengelola jumlah produk yang dibutuhkan. Ini juga mencakup pengadaan terhadap barang-barang yang diperlukan agar pasokan yang diterima dapat mengalir sesuai jadwal yang ditentukan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pengadaan_Stok\"><\/span>2. Pengadaan Stok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tahap ini mengacu kepada pembelian produk dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti harga, tanggal pengiriman, syarat pembayaran, dan informasi lainnya. BIasanya, proses pengadaan stok ini menyesuaikan dengan kebutuhan dari departemen penjualan atau produksi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perencanaan_Transportasi\"><\/span>3. Perencanaan Transportasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perencanaan transportasi perlu dilakukan untuk mencegah proses pengiriman barang terhambat sampai ke gudang. Maka dari itu, setiap orang pastinya akan terlibat dalam tahap ini dengan menentukan estimasi waktu kedatangan barang akan sampai.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pembongkaran_Barang\"><\/span>4. Pembongkaran Barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tahap ini meliputi pembongkaran barang dari truk hingga sampai ke titik penerimanya. Tentunya, pada tahap ini Anda harus dapat memastikan bahwa produk sesuai dengan pesanan dan datang dalam kondisi baik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pengelompokkan_Barang\"><\/span>5. Pengelompokkan Barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tahap ini meliputi penempatan barang ke dalam unit yang sesuai dengan saran penyimpanannya seperti disimpan ke dalam kotak, wadah, atau palet yang tersedia. Proses ini tidak hanya memudahkan pengelola untuk menyimpan, mengangkut, dan mengontrol produk, tetapi pengelompokkan ini juga bertujuan untuk memudahkan masing-masing barang sesuai dengan kategorinya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pelabelan_Produk\"><\/span>6. Pelabelan Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Seluruh informasi barang yang diterima sebaiknya harus dicatat dengan menambahkan label ke dalam sistem. Harapannya, data tersebut akan terperbaharui secara otomatis sehingga memudahkan Anda untuk membuat laporan inbound logistic.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Standar_Penyimpanan_yang_Sesuai\"><\/span>7. Standar Penyimpanan yang Sesuai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Proses selanjutnya dari inbound logistic adalah menyimpan pasokan barang sesuai dengan standar penyimpanan yang telah ditentukan. Pada tahap ini, pastikan Anda mengikuti prosedur penyimpanan sesuai dengan standar yang ditentukan agar produk tersimpan dengan aman sampai ke tangan konsumen.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/apa-itu-checker-gudang\/\">Checker Gudang: 3 Tugas Utama dan Kualifikasi Ideal<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Inbound_dan_Outbound_Logistic\"><\/span>Perbedaan Inbound dan Outbound Logistic<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lawan dari inbound logistic adalah outbound logistic yang memiliki sejumlah perbedaan antara keduanya. Apa saja itu?<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kondisi_Produk\"><\/span>1. Kondisi Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan pertama bisa Anda lihat dari kondisi produk antara aktivitas inbound dan outbound. Biasanya, kondisi produk pada inbound logistic adalah terdiri dari bahan mentah yang merupakan pengadaan produk dari sumber daya untuk dikelola oleh pembeli. Sedangkan outbound logistic mengacu pada produk setengah jadi atau produk jadi yang akan didistribusikan ke distributor, pengecer, atau konsumen akhir.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Transaksi\"><\/span>2. Transaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tugas dari inbound logistic adalah mengelola akuisisi produk dengan melibatkan perusahaan berkomunikasi dengan pemasok. Sedangkan outbound logistics bertugas untuk memasarkan dengan cara berkomunikasi dengan distributor atau pelanggan akhir.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Distribusi\"><\/span>3. Distribusi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perbedaan lainnya bisa Anda lihat antara proses penerimaan dan pengiriman barang. Pada aktivitas inbound logistic, proses ini mencakup pengelolaan, pembongkaran, pelabelan stok, termasuk pengurusan armada transportasi.<\/p>\n<p>Sementara terkait pekerjaan outbound logistics, tugas pekerjaan ini meliputi pemesanan dan pendistribusian ke pelanggan akhir. Ini juga meliputi konsolidasi pesanan agar dimuat ke kendaraan pengangkut berdasarkan rute pengiriman yang diinginkan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/gudang-sortir-adalah\/\">Gudang Sortir: Definisi, Sistem Kerja, dan 5 Fungsinya<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengoptimalkan_Inbound_Logistic\"><\/span>Cara Mengoptimalkan Inbound Logistic<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Inbound logistic yang diterapkan secara optimal, tentu akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas bisnis menjadi lebih efisien. Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan Inbound logistic?<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Koordinasi_Tim\"><\/span>1. Koordinasi Tim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sudah menjadi sebuah kewajiban seluruh tim yang terlibat untuk selalu koordinasi terkait mekanisme yang ada pada inbound logistic ini. Tentunya aktivitas pengadaan barang akan lebih mudah dan berjalan sesuai rencana dengan adanya kerja sama tim yang kompak.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Upayakan_Digitalisasi\"><\/span>2. Upayakan Digitalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Salah satu tujuan dari sistem digitalisasi ini menjadi salah satu upaya untuk mengotomatisasi manajemen dokumentasi perusahaan, prosedur dan alur kerja yang terorganisir. Menerapkan digitalisasi terhadap rantai pasok, bisa menjadi solusi agar aktivitas logistik menjadi lebih efisien.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_WMS\"><\/span>3. Gunakan WMS<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Warehouse Management System (WMS) adalah sistem manajemen pergudangan yang menjadi kunci utama dalam <i>supply chain<\/i>. Melalui WMS, Anda bisa mengumpulkan semua informasi riwayat pengiriman hingga rekaman produk yang dijadwalkan untuk masuk ke gudang.<\/p>\n<p>Inbound logistic adalah proses yang sangat penting dalam memastikan kelancaran pengelolaan bahan baku sebelum produksi. Untuk mendukung pengelolaan barang yang lebih efisien, Anda bisa mempercayakan kebutuhan logistik Anda kepada Troben yang menawarkan<a href=\"https:\/\/troben.id\/layanan\/jasa-pengiriman-barang\"> jasa pengiriman barang<\/a> aman dan terpercaya.<\/p>\n<p><strong>Dengan Troben, Anda dapat memastikan bahan baku sampai ke tujuan dengan tepat waktu dan aman, berkat dukungan armada dan teknologi canggih yang dimilikinya. Segera unduh <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=app.trawlbens.customer&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi kirim barang<\/a> Troben yang tersedia di Play Store dan App Store untuk memulai pengelolaan logistik yang lebih efisien dan aman.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam bidang logistik, tentu Anda tidak akan asing lagi dengan istilah inbound dan outbound logistic. Sekilas mendengar tentang inbound logistic<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":19876,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[183],"tags":[],"class_list":["post-19874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seputar-logistik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19874"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19874\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}