{"id":21294,"date":"2024-07-23T16:13:16","date_gmt":"2024-07-23T09:13:16","guid":{"rendered":"https:\/\/troben.id\/blog\/?p=21294"},"modified":"2024-08-20T11:43:31","modified_gmt":"2024-08-20T04:43:31","slug":"15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/","title":{"rendered":"15 Jenis Batu Alam untuk Bangunan Terlihat Mewah!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia konstruksi, pemilihan bahan bangunan merupakan salah satu aspek krusial yang mempengaruhi struktur bangunan itu sendiri. Salah satu pilihan yang sering dipertimbangkan adalah penggunaan jenis batu alam sebagai material untuk konstruksi bangunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu alam menawarkan beragam jenis dan karakteristik yang dapat disesuaikan dengan gaya arsitektur serta kebutuhan teknis bangunan. Setiap jenis batu alam memiliki daya tariknya sendiri yang memikat para arsitek, desainer, dan pemilik bangunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#15_Jenis_Batu_Alam_Sebagai_Material_Bangunan\" >15 Jenis Batu Alam Sebagai Material Bangunan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#1_Batu_Marmer\" >1. Batu Marmer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#2_Batu_Koral\" >2. Batu Koral<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#3_Batu_Susun_Sirih\" >3. Batu Susun Sirih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#4_Batu_Kapur\" >4. Batu Kapur\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#5_Batu_Andesit\" >5. Batu Andesit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#6_Batu_Granit\" >6. Batu Granit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#7_Batu_Kuarsit\" >7. Batu Kuarsit<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#8_Batu_Paras_Jogja\" >8. Batu Paras Jogja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#9_Batu_Templek\" >9. Batu Templek<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#10_Batu_Travertine\" >10. Batu Travertine<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#11_Batu_Candi\" >11. Batu Candi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#12_Batu_Cupang_Merah\" >12. Batu Cupang Merah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#13_Batu_Palimanan\" >13. Batu Palimanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#14_Batu_Putih_Cacing\" >14. Batu Putih Cacing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/troben.id\/blog\/15-jenis-batu-alam-untuk-bangunan-terlihat-mewah\/#15_Batu_Palem\" >15. Batu Palem<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"15_Jenis_Batu_Alam_Sebagai_Material_Bangunan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">15 Jenis Batu Alam Sebagai Material Bangunan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu alam sejatinya memiliki fungsi dan keunikannya masing-masing sebagai material konstruksi bangunan. Berikut beberapa jenis batu alam yang sering digunakan untuk kebutuhan bangunan beserta dengan fungsi kelebihannya!<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Batu_Marmer\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Batu Marmer<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Marmer terbentuk dari batu kapur yang mengalami panas dan tekanan metamorfisme dengan kandungan kalsit serta mineral lain seperti tanah liat, oksida besi, mika, kuarsa, dan grafit. Jenis batu alami ini merupakan simbol kemewahan karena banyak digunakan dalam pembangunan gedung mewah seperti monumen, istana, dan kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, marmer memiliki daya tarik yang menjadi banyak pilihan orang-orang untuk membangun hunian mewah. Penggunaan marmer ini banyak diaplikasikan pada material seperti ruang tamu, meja dapur, dan kamar mandi untuk menambahkan sentuhan yang elegan dan unik.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Batu_Koral\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Batu Koral<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu koral merupakan batu alam berbentuk koral atau kerikil dengan berbagai ukuran dan warna yang bervariasi. Karena sifatnya yang alami, batu koral sering digunakan untuk meningkatkan estetika rumah, terutama untuk menciptakan nuansa alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengalami proses penyikatan yang tepat, keindahan alami batu koral semakin terpancar. Batu ini dapat ditempatkan secara langsung di atas tanah atau ditanam dalam lantai beton untuk memastikan posisinya tetap stabil.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Batu_Susun_Sirih\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Batu Susun Sirih<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda ingin menciptakan dinding rumah yang memiliki tekstur dan warna alami, maka pilihan yang tepat adalah dengan menggunakan batu alam jenis susun sirih. Penempatan batu alam ini dapat dilakukan dengan cara menyusunnya secara bertahap pada dinding rumah Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan berbagai ukuran dan warna batu susun sirih akan menciptakan kesan yang lebih unik dan menarik secara visual. Dengan demikian, dinding rumah Anda\u00a0 menjadi lebih estetik dengan sentuhan alami yang khas.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Batu_Kapur\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4. Batu Kapur\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu kapur adalah batuan sedimen yang dominan terdiri dari kalsit dengan tekstur uniknya, warna yang cerah, dan daya tahan yang mengesankan. Secara umum, batu kapur sering kali dihasilkan dalam bentuk yang diasah karena teksturnya yang halu dengan beberapa variasi warna seperti gading, coklat, atau abu-abu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik jenis batu alam yang menonjol, menjadikan batu kapur banyak diincar dalam berbagai proyek konstruksi dan desain. Penggunaan batu alam yang mewah ini sangat populer diaplikasikan untuk lantai, dinding, hiasan trim, dan veneer.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Batu_Andesit\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">5. Batu Andesit<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu andesit adalah jenis batu alam yang terbentuk dari hasil erupsi gunung berapi dan sering digunakan untuk meningkatkan estetika bangunan terutama sebagai lantai. Batu andesit memiliki tekstur yang sangat kuat dan sangat tahan terhadap segala kondisi cuaca.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaannya tidak terbatas hanya sebagai bahan dinding bangunan, batu ini juga dapat diukir menjadi karya seni yang menawan untuk menghias ruangan. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk diukir dan dibentuk memberi fleksibilitas kreatif dalam penggunaannya sebagai elemen dekoratif yang menawan di dalam ruangan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Batu_Granit\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">6. Batu Granit<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Granit merupakan jenis batuan beku yang terjadi akibat pendinginan magma di dalam lapisan keras bumi. Komposisi utama granit terdiri dari kuarsa dan feldspar, memberikan sifat yang sangat tahan gores dan tahan panas. Karena porositasnya yang rendah, granit dianggap sebagai bahan yang sangat baik untuk aplikasi dalam dan luar ruangan, terutama untuk meja dapur dan lantai dapur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan granit dapat ditemukan di berbagai bangunan seperti katedral, jembatan, dan bangunan komersial lainnya. Dalam konteks konstruksi dan dekorasi rumah, granit sering digunakan sebagai paving, ubin, dan material untuk pembuatan meja dapur.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Batu_Kuarsit\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">7. Batu Kuarsit<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuarsit memiliki karakteristik yang serupa, bahkan lebih kuat daripada granit. Kuarsit dapat digunakan sebagai bahan untuk area dinding, lantai, anak tangga, atap, dan berbagai keperluan lain di dapur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan ini sangat cocok untuk digunakan baik di dalam maupun di luar rumah, menawarkan pola yang mirip seperti marmer dan kekuatan yang sebanding dengan granit. Keunggulan lain dari jenis batu alam ini adalah memiliki ketangguhan yang sangat tinggi dengan berbagai pilihan warna dan pola yang tersedia.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Batu_Paras_Jogja\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">8. Batu Paras Jogja<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda menginginkan bangunan dengan tampilan minimalis namun elegan, pilihan yang tepat untuk menggunakan material dari jenis batu alam adalah batu paras Jogja. Batu ini pertama kali ditemukan di wilayah Jogja dan sangat sesuai untuk diaplikasikan pada dinding kantor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kelemahan dari batu paras Jogja adalah permukaannya yang agak kasar dan memerlukan perawatan ekstra. Oleh karena itu, disarankan untuk membersihkannya secara rutin guna mencegah timbulnya lumut atau jamur.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Batu_Templek\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">9. Batu Templek<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu templek sering digunakan dalam bangunan modern karena keunikan permukaannya yang tidak beraturan. Meskipun begitu, batu ini tetap terlihat estetik ketika diaplikasikan pada dinding rumah atau kantor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski permukaan batu ini cukup tipis, batu templek memiliki daya tahan yang kuat. Selain itu, metode perawatannya pun sangat mudah karena terbebas dari serangan jamur atau lumut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Batu_Travertine\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">10. Batu Travertine<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Travertine adalah jenis batu alam dari varietas batu kapur yang memiliki karakteristik lebih padat dan berlubang-lubang dengan rongga di dalam batu. Batu ini terbentuk di dekat sumber air panas dan gua batu kapur, dimana batu kapur menyerap kalsium karbonat dari lingkungan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Travertine tersedia dalam berbagai motif, potongan, dan tekstur, masing-masing menampilkan nuansa warna yang unik dan eksotis. Keunggulannya terletak pada ketahanan dan daya tahan terhadap benturan sehingga menjadi ideal untuk permukaan yang sering digunakan seperti lantai dapur atau kamar mandi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Batu_Candi\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">11. Batu Candi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski memiliki nama batu candi, jenis batu alam ini tidak mengindikasikan berasal dari atau digunakan dalam pembangunan candi-candi bersejarah di Indonesia. Batu ini memiliki pori-pori yang cukup besar atau terbuka dengan tekstur menyerupai bebatuan pada bangunan candi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik batu ini membuatnya mudah untuk dirawat dan dipelihara dalam jangka panjang. Batu candi cocok untuk digunakan sebagai lapisan dinding pagar bangunan dengan memberikan kesan yang alami.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"12_Batu_Cupang_Merah\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">12. Batu Cupang Merah<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu Cupang Merah terbentuk melalui proses sedimentasi butiran-butiran pasir yang mengalami metamorfosis. Jenis batu ini menonjol berkat warna pinknya yang unik, dan ketika dilapisi, warna merahnya menjadi lebih menonjol, menjadikannya dikenal sebagai Batu Cupang Merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembentukan batu ini terjadi melalui pengendapan butiran pasir yang kemudian mengalami tekanan dan perubahan fisik yang mengubahnya menjadi batuan padat. Keunikan warnanya membuatnya menjadi pilihan yang menarik untuk aplikasi dekoratif dalam berbagai proyek bangunan dan desain lansekap.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"13_Batu_Palimanan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">13. Batu Palimanan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, batu palimanan diproduksi dari batuan Gunung Ciremai di wilayah Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Batu Palimanan dikenal karena daya tahan dan kekuatannya yang sangat baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehandalan yang tinggi membuatnya sering digunakan untuk dekorasi taman, dinding luar rumah, atau bangunan lain, dan dapat juga berfungsi sebagai pagar tembok. Merawat batu ini juga tidak terlalu rumit atau mahal, hanya perlu disikat menggunakan sikat plastik setiap enam bulan sekali.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"14_Batu_Putih_Cacing\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">14. Batu Putih Cacing<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu putih cacing adalah salah satu jenis batu dari Cirebon yang termasuk dalam kategori sandstone. Batu ini dinamakan demikian karena memiliki warna putih dan struktur yang tidak teratur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis batu putih cacing cocok untuk menambahkan sentuhan gaya arsitektur rumah minimalis. Untuk pengaplikasiannya, batu ini banyak digunakan untuk material dekorasi pada dinding rumah.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"15_Batu_Palem\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">15. Batu Palem<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu palem adalah batu jenis sandstone alami yang terbentuk dari sedimentasi butiran pasir. Secara visual, batu ini mirip dengan batu palimanan, namun memiliki tampilan warna yang sedikit berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu palimanan umumnya berwarna kecokelatan, sementara batu palem cenderung berwarna kekuningan. Batu ini menjadi pilihan alternatif batu palimanan untuk memberikan perlindungan, relaksasi, dan penambah energi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia beberapa jenis batu alam yang perlu Anda ketahui sebagai penggunaan material bangunan. Beberapa jenis batu ini sangat cocok diaplikasikan sebagai struktur atau dekorasi agar tampilan bangunan terlihat menawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda tertarik menggunakan jenis batu alam untuk kebutuhan konstruksi bangunan, jangan lupa untuk mengandalkan jasa pengiriman barang yang andal untuk mengantarkan material bangunan dengan aman.<\/span><\/p>\n<p><strong>Troben siap melayani mulai dari pengiriman barang hingga <a href=\"https:\/\/troben.id\/layanan\/jasa-sewa-truk\">jasa sewa truk<\/a> untuk kebutuhan konstruksi bangunan. Dilengkapi berbagai armada transportasi yang lengkap, tentu Anda bisa menyesuaikan pengiriman sesuai kebutuhan. Yuk, unduh segera <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=app.trawlbens.customer&amp;hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi kirim barang<\/a> yang tersedia di Play Store dan App Store untuk melakukan pemesanan di Troben!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia konstruksi, pemilihan bahan bangunan merupakan salah satu aspek krusial yang mempengaruhi struktur bangunan itu sendiri. Salah satu pilihan<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":21513,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[183],"tags":[607,497,343,903],"class_list":["post-21294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seputar-logistik","tag-bangunan","tag-batu","tag-jenis","tag-konstruksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21294"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21294\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/troben.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}